Senin, 25 Juni 2012

Kawan kawan jurusan Manajemen - UMM




Tugas Analisa MSDM


Ø  Partisipasi & komunikasi antar karyawan sangatlah penting utk mendukung proses keputusan struktur gaji. jelaskan ? berilah contoh perusahaan yg menerapkannya ?


keputusan struktur gaji sangatlah berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan tentunya kinerja perusahaan kedepannya karena gaji adalah salah satu sumber pendapatan mereka & gaji adalah salah satu elemen kepuasan kerja, artinya jika nominal gaji yg diberikan perusahaan terhadap karyawannya memuaskan maka kinerja karyawan terhadap perusahaannya akan memuaskan juga, begitu sebaliknya.

untuk menentukan struktur gaji sendiri perusahaan memiliki sistem sendiri yg dilakukan untuk proses struktur gaji tsb. partisipasi dalam proses struktur gaji berarti proses keputusan struktur gaji karyawan nantinya ikut andil dalam menentukan besarnya gaji karyawan, tidak hanya manajer puncak atau HRD yg menentukan melainkan manajer juga melibatkan karyawan mereka daalam proses pengambilan struktur gaji ini.

proses pengambilan struktur gaji tidak hanya sekedar  memutuskan lalu meberikan melainkan manajer juga harus berkomunikasi dengan karyawan mereka mengenai masalah pemberian gaji, artinya agar proses keputusan tersebut berjalan lancar dan memuaskan karyawan manajer juga harus mendiskusi dan mengkomunikasikan dengan karyawan agar nantinya setelah pemberian gaji tidak ada yg keberatan dgn keputusan gaji tsb. nilai lebih menerapkan komunikasi yaitu manajer dapat mengetahui kebutuhan & nominal gaji karyawan tsb seperti apa & tentunya sesuai hasil kerja & kinerja karyawan tsb.

jadi, tujuan partisipasi & komunikasi dalam menentukan proses struktur gaji agar nantinya tidak ada yg keberatan, tidak setuju & tidak merugikan antara pihak satu dgn yg lain & penyusunan gaji harus kompetitif tdk ada yg lebih dan kurang, karena manajer harus bersikap adil dalam menentukan gaji karyawan, karena karyawan nantinya akan membandingkan gaji yg mereka terima dgn kerja & kinerja mereka begitu pula dgn sesama rekan kerja mereka.


contoh perusahaan yg menerapkannya :
Bertarung Memberi Kompensasi Terbaik
Yang dimaksud dengan pengelolaan yang baik di sini adalah pemberian kompensasi — gaji plus tunjangan dan fasilitas — yang tinggi kepada karyawan. Tekanan dan tuntutan pasar yang tinggi ini membuat perbedaan gaji di antara perusahaan sejenis tidak terpaut terlalu jauh. Setidaknya hal ini tercermin dari sistem penggajian yang dilakukan PT Medco E&P Indonesia (MEI) , PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Bumi Resources (BR).
Ketiga perusahaan ini sama-sama memberi 14 kali gaji kepada karyawannya. Bedanya, pada isi yang diberikan. Syamsurizal memerinci, 14 gaji itu terdiri dari 12 gaji bulanan, tunjangan hari raya dan uang cuti. Adapun Syahrir Ika, Direktur Umum dan SDM Antam mengungkapkan, 14 kali gaji tersebut terdiri dari 12 kali gaji bulanan, THR dan tunjangan perangsang produksi.
Besaran gaji di ketiga perusahaan itu terpaut tipis. Di Antam, level staf bawah (golongan 5-9, pendidikan SMP dan SMU), besaran gajinya Rp 2,5-5 juta/bulan (take home pay). Untuk karyawan entry level (lulusan baru), gajinya Rp 4-5 juta/bulan (take home pay).
Bagaimana dengan MEI? Menurut Syamsurizal, level staf (golongan 6, pendidikan diploma) gaji pokoknya Rp 2,5-3,5 juta/bulan. Lulusan baru (golongan 7), Rp 3,5-4,5 juta. Adapun level asisten hingga senior manajer (golongan 8-15), Rp 30-40-an juta.
Syahrir mengungkapkan, model penggajian di Antam sebenarnya mengikuti model pegawai negeri sipil, seperti adanya istilah pensiun. Namun dalam implementasi dan besarannya, Antam memiliki cara dan sistem sendiri, yang merujuk pada dua acuan: benchmarking (ke perusahaan lain) dan kemampuan internal perusahaan.Dibanding perusahaan pertambangan lain, sebenarnya untuk besaran gaji, kami yang terbaik.
Yang jelas, dengan rencana lebih merangsang produktivitas karyawan, mulai tahun ini manajemen Antam akan memberi gaji dan tunjangan yang berbasis kinerja, baik unit bisnis maupun perorangan, yang disebut Sistem Manajemen Unit Kerja.Nantinya besaran gaji karyawan akan ditentukan performance masing-masing, ujar Syahrir.
Perbedaan juga terlihat dalam hal tunjangan dan bonus. Di MEI, dikenal bonus tahunan. Di Antam, ada tunjangan kinerja tahunan (TKT). Besarannya sangat tergantung pada produksi perusahaan per tahun. Misalnya pada 2005, semua karyawan MEI mendapat bonus tahunan 2,5 kali gaji, yang tak diberikan secara langsung, tapi dua kali. Tujuannya, mengatur arus kas perusahaan dan kebutuhan karyawan.


Di Antam, TKT yang diberikan pada 2005 tergolong tinggi, 5-7 kali gaji. Yang jelas, setiap tahun kenaikan gaji sebesar 5%. Bandingkan dengan MEI dan BR yang memberikan kenaikan gaji 6%-10% per tahun. Pada 2005, Antam melakukan revisi: kenaikan gaji sebesar 40%-50%. Alasannya, sejak 2000, gaji karyawan tidak naik. Sekadar diketahui, perbandingan fixed salary dan variable salary di Antam adalah 75%: 25%.
Bicara tentang tunjangan, MEI memiliki variabel yang lebih beragam. Perusahaan milik Arifin Panigoro ini memberikan mulai dari tunjangan kesehatan, rest & recreational, sampai penghargaan atas pengabdian yang biasanya diberikan pada akhir masa kerja karyawan, yang besarnya 30 kali gaji pokok. Tak hanya itu, untuk momen-momen tertentu yang bersifat accidental, manajemen MEI masih memberi tunjangan tambahan. Sebagai contoh, pada saat kenaikan harga BBM lalu, level staf yang gajinya di bawah Rp 7 juta, diberi tunjangan satu kali gaji. Untuk level manajer senior dan direksi, fasilitas yang diberikan lebih beragam, antara lain tunjangan kepemilikan mobil, telepon hingga uang klub sosial.
Di luar tunjangan di atas, karyawan MEI juga mendapatkan team reward. Syaratnya: berhasil menyelesaikan pekerjaan yang menjanjikan, seperti menemukan cadangan minyak baru di suatu tempat. Namun, team reward ini bersifat non-cash. Contohnya, pelesiran ke luar negeri.
Bandingkan dengan BR. Edi Sobari, Direktur Keuangan perusahaan ini mengatakan, Grup BR memiliki beragam tunjangan, seperti kesehatan, pensiun dan kendaraan. Namun, untuk level menengah-atas (mulai supervisor) ada fasilitas tambahan yang mencakup fasilitas rumah, biaya hiburan dan biaya pulang kampung (setahun dua kali) untuk para ekspat. Sebagai catatan, gaji buat ekspat dalam US$.
Soal bonus, Edi berujar, besarannya tak bisa ditentukan karena sangat tergantung pada pencapaian produksi. Yang pasti, bonus ini setara take home pay yang diterima karyawan setiap bulan. Jika hasil produksi bagus, bonus yang diterima bisa 2-3 kalinya.
Lalu, bagaimana gaji direksi?Sebenarnya, perbedaan gaji antara direksi dan level di bawahnya tidak terlalu jauh, paling separuhnya, ujar Kurniadi Atmosasmito, Direktur Keuangan Antam. Dijelaskannya, sebagai perusahaan milik publik, gaji para direksi telah ditetapkan dalam RUPS. Varian pendapatannya meliputi gaji, tantiem plus tunjangan. Adapun gaji (take home pay) yang diterima dirut Rp 50-60 juta/bulan. Sebutlah, gaji pokok Dirut Antam, Dedi Aditya Sumanagara, sebesar Rp 47 juta/bulan. Gaji para direktur, 90% dari gaji dirut. Adapun untuk level di bawahnya, dari asisten hingga manajer senior, berkisar Rp 18-21 juta/bulan.

Di BR, Edi menjelaskan, gaji level direksi di atas Rp 100 juta/bulan. Sementara di MEI, menurut Syamsurizal, Di dalam industri ini ada pakem, selisih gaji antara staf dan direksi harus rasional. Perbedaan besarannya tidak lebih dari 20 kali.
Pemberian gaji tinggi di sektor pertambangan punya dasar alasan yang relatif sama. Baik MEI, BR maupun Antam mengakui, faktor keterbatasan SDM dan persaingan yang ketat menyebabkan perusahaan membuat skema gaji yang kompetitif.Tidak boleh terlalu rendah atau sebaliknya. Sebab, ketentuan mengenai besaran gaji ini juga harus disetujui BP Migas, ujar Syamsurizal.
P.M. Susbondo, Manajer Senior SDM MEI, menambahkan bahwa gaji besar yang diterima karyawan perusahaan pertambangan harus disikapi dengan melihat tujuan pemberian gaji. Yakni, mempertahankan orang-orang yang sanggup memberi kontribusi besar kepada perusahaan.
Senada dengan Syamsurizal dan Susbondo, Kurniadi berpandangan, tingginya gaji karyawan sektor ini karena risiko kerja yang dihadapi lebih berat, tinggal di lokasi terpencil, dan terutama tenaga kerja ahli di bidang ini masih langka. Sementara menurut Edi, gaji tinggi mendatangkan rasa betah.















Metode Kuantitatif - Linear Programing Metode Simplek (Maximisasi)


I.                  PENDAHULUAN
Gambaran Umum Perusahaan
perusahaan ini bergerak dalam bidang furniture yang mengelola kayu dan produksi mebel seperti lemari, kursi, dan meja. usaha ini terletak di dusun kebonsari desa sumberagung kecamatan ngantang malang. awal berdiri sekitar tahun 2003, berawal dari mengikuti rekan kerjanya membangun usaha mebel tidak lama kemudian bapak majuri membuka usaha mebel sendiri sampai sekarang. bapak majuri melihat terdapat potensi yang signifikan disekitar daerah ngantang terhadap konsumsi atau kebutuhan sekunder masyarakat.
perusahaan ini terdiri dari 3 pekerja langsung yang berasal dari penduduk sekitar. awal mulanya usaha bapak majuri ini dikerjakan sendiri kurang lebih 1,5 tahun, kemudian dengan melihat omset penjualan tambah meningkat akhirnya bapak majuri mulai mempekerjakan karyawan.
sehari harinya pak madjuri mengelola dari bahan mentah menjadi barang jadi untuk memenuhi pesanan yang di terimanya setiap hari, dengan  3 pekerja   yang dimilikinya mereka dapat membuat pesanan yang di terima berupa lemari dapur, kursi sudut , dan sebuah meja makan. masing masing jenis akan di jual dengan harga Rp. 2.500.000, Rp. 2.250.000 dan Rp. 500.000. masing-masing bahan mempunyai kapasitas sebesar 52,546,dan78. Untuk memproduksi lemari dibutuhkan bahan baku kayu sebanyak 2 buah, 9 hari untuk pembuatannya dan 3 pekerja. Untuk memproduksi kursi sudut dibutuhkan bahan baku kayu sebanyak  1 buah, 7 hari untuk pembuatannya dan 3 pekerja, untuk meja makan dibutuhkan bahan baku kayu sebanyak 1 buah, 4 hari untuk pembuatannya dan 3 pekerja lansung.
proses pemasarannya berdasarkan pemesanan konsumen, jadi setiap kali ada pemesanan oleh pelanggan maka mebel itu akan diproduksi. lalu, usaha bapak majuri berkerjasama dengan toko mebel yang menjual barang-barang dari produksi usaha mebel bapak majuri.
II.               PERMASALAHAN
Perusahaan menginginkan bagaiman cara memperoleh keuntungan secara optimal
  
III.           PEMBAHASAN
®    Laporan Penelitian :
Lemari :
a.       3 pekerja langsung
b.      2 buah kayu
c.       9 hari untuk pembuatannya
harga sekitar 2.500.000
Kursi sudut :
a.       3 pekerja langsung
b.      1 buah kayu
c.       7 hari untuk pembuatannya
harga sekitar 2.250.000

Meja makan :
a.       3 pekerja langsumg
b.      1 buah kayu
c.       4 hari untuk pembuatannya
harga sekitar 500.000



®    Langkah Penelitian
Fungsi tujuan :
Zmax = 2.500.000 + 2.250.000 + 500.000 + 0S1 + 0S2 + 0S3
Zmax = 2.500.000 X1 + 2.250.000 X2 + 500.000 X3
Fungsi batasan :
1.      2X1 + X2 + X3            <  52   =>  2X1 + X2 + X3 + S1= 52
2.      63X1 + 49X2 + 28X3  <  546 =>  63X1 + 49X2 + 28X3 + S2 = 546
3.      3X1 + 3X2 + 3X3        <  78   =>  3X1 + 3X2 + 3X3 + S3 = 78


Hasil Penelitian
  lemari kursi sudut meja makan   RHS Equation form  
Maximize 2500000 2250000 500000     Max  2500000lemari +  2250000kursi sudut +  500000meja makan   
kayu 2 1 1 <= 52  2lemari + kursi sudut + meja makan <= 52  
waktu 63 49 28 <= 546  63lemari +  49kursi sudut +  28meja makan <= 546  
pekerja 3 3 3 <= 78  3lemari +  3kursi sudut +  3meja makan <= 78  
   
* Jika ingin memperoleh keuntungan sebesar 2.500.000 maka harus memproduksi 2 kayu, 63 jam kerja, dan 3 tenaga kerja untuk menghasilkan sebuah lemari    
* Jika ingin memperoleh keuntungan sebesar 2.250.000 maka harus memproduksi 1 kayu, 49 jam kerja, dan 3 tenaga kerja untuk menghasilkan sebuah kursi sudut    
* Jika ingin memperoleh keuntungan sebesar 500.000 maka harus memproduksi 1 kayu, 28 jam kerja, dan 3 tenaga kerja untuk menghasilkan sebuah meja makan    
   
  lemari kursi sudut meja makan   RHS Dual
Maximize 2500000 2250000 500000      
kayu 2 1 1 <= 52 0
waktu 63 49 28 <= 546 45918.4
pekerja 3 3 3 <= 78 0
Solution-> 0 11.1429 0   25071430  
Variable Value Reduced Cost Original Val Lower Bound Upper Bound
lemari 0 392857.2 2500000 -Infinity 2892857
kursi sudut 11.1429 0 2250000 1944445 Infinity
meja makan 0 785714.3 500000 -Infinity 1285714
Constraint Dual Value Slack/Surplus Original Val Lower Bound Upper Bound
kayu 0 40.8571 52 11.1429  Infinity
waktu 45918.37 0 546 0 1274
pekerja 0 44.5714 78 33.4286  Infinity
Variable Status Value
lemari NONBasic 0
kursi sudut Basic 11.1429
meja makan NONBasic 0
slack 1 Basic 40.8571
slack 2 NONBasic 0
slack 3 Basic 44.5714
Optimal Value (Z)   25071430
Cj Basic Variables  2500000 lemari  2250000 kursi sudut  500000 meja makan  0 slack 1  0 slack 2  0 slack 3  Quantity
Iteration 1                
0 slack 1 2 1 1 1 0 0 52
0 slack 2 63 49 28 0 1 0 546
0 slack 3 3 3 3 0 0 1 78
  zj 0 0 0 0 0 0 0
  cj-zj 2,500,000 2,250,000 500,000 0 0 0  
Iteration 2                
0 slack 1 0 -0.5556 0.1111 1 -0.0317 0 34.6667
2500000 lemari 1 0.7778 0.4444 0 0.0159 0 8.6667
0 slack 3 0 0.6667 1.6667 0 -0.0476 1 52
  zj 2500000 1944445 1111111 0 39682.5 0  
  cj-zj 0     0   0  
Iteration 3                
0 slack 1 0.7143 0 0.4286 1 -0.0204 0 40.8571
2250000 kursi sudut 1.2857 1 0.5714 0 0.0204 0 11.1429
0 slack 3 -0.8571 0 1.2857 0 -0.0612 1 44.5714
  zj 2892857 2250000 1285714 0 45918.4 0  
  cj-zj   0   0   0  
 
* Untuk memproduksi secara maximal harus melalui beberapa tahapan yang harus menjadikannya optimal dari segi biaya , waktu dan pekerja
 
Original Problem          
Maximize lemari kursi sudut meja makan    
kayu 2 1 1 <= 52
waktu 63 49 28 <= 546
pekerja 3 3 3 <= 78
           
           
Dual Problem          
  kayu waktu pekerja    
Minimize 52 546 78    
lemari 2 63 3 >= 2500000
kursi sudut 1 49 3 >= 2250000
meja makan 1 28 3 >= 500000
* Terdapat fungsi tujuan di ubah menjadi fungsi batasan, dan fungsi batasan di ubah menjadi fungsi tujuan dengan menjadikan dualisme
I.                  KESIMPULAN
Usaha ini memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan, sehingga setiap kali memproduksi harus memikirkan berapa jumlah bahan baku, tenaga kerja dan waktu untuk sekali memproduksi, agar tujuan untuk memaksimalkan keuntungan secara optimal dapat tercapai.Proses produksi lemari, kursi sudut, dan meja makan tergantung dari kapasitas yang tersedia.pertama, jika ingin memperoleh keuntungan sebesar 2.500.000 maka harus memproduksi 2 kayu, 63 jam kerja, dan 3 tenaga kerja untuk menghasilkan sebuah lemari. kedua, Jika ingin memperoleh keuntungan sebesar 2.250.000 maka harus memproduksi 1 kayu, 49 jam kerja, dan 3 tenaga kerja untuk menghasilkan sebuah kursi sudut. ketiga, Jika ingin memperoleh keuntungan sebesar 500.000 maka harus memproduksi 1 kayu, 28 jam kerja, dan 3 tenaga kerja untuk menghasilkan sebuah meja makan.